Cara Mencari Ide untuk Menulis dan diminati banyak orang

Tips Mencari Ide untuk Menulis Kreatif

Tips Mencari Ide untuk Menulis PPTPIXELMendapatkan ide secara konsisten untuk menulis yang diminati banyak orang memang sulit. Tetapi selalu ada cara untuk merangsang kreativitas dan semangat dalam berkarya lewat tulisan. Penulis fiksi, puisi, naskah TV dan film, lirik lagu, bahkan iklan, sangat ketergantungan pada kemampuan mereka untuk menelurkan ide dan mewujudkannya dalam bentuk kata-kata. Berikut Beberapa cara yang akan membantu anda dalam menemukan ide-ide menulis :

1. Mencari Inspirasi dari Cerita yang Sudah Ada

  • Perbanyak Membaca : Anda bisa mengikuti tren dalam bidang tulisan yang ditekuni, bisa melihat contoh gaya tulisan penulis lain, sekaligus bisa menemukan ide cerita dari bahan yang Anda baca; baik itu di koran, majalan, buku, atau di internet. Ada sebuah istilah penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Dari hasil banyak membaca itu akan menambah ide anda untuk membuat tulisan.
  • Peka terhadap peristiwa yang sedang hangat : Membaca koran, majalah baru, atau situs web baru secara teratur akan memberi Anda ide cerita yang terus mengalir dalam bentuk berita utama. Jika pembaca menyadari kaitan antara kisah yang Anda tulis dengan peristiwa pada kehidupan sehari-hari. Kemungkinan mereka akan lebih berempati dengan karakter yang Anda buat dan lebih menghargai ceritanya.
  • Tonton film atau TV : Kalau Anda menulis untuk pembaca populer, tontonlah apa yang sedang populer di layar lebar atau layar televisi. Pikirkan topik bergenre sama sebagai film atau acara populer yang seperti itu.
  • Dengarkan musik : Musisi biasanya menulis dari pengalaman sehari-hari atau dari tema klasik. Bangunlah cerita dari lagu favorit Anda. Dengarkanlah lagu Tupac dan tulis tentang kekerasan geng. Dengarkanlah lagu Joni Mitchell dan tulis tentang masalah lingkungan. Dengarkan saja segala jenis musik walaupun itu bukan genre yang Anda sukai.
  • Lakukan riset : Bukalah kamus, ensiklopedia, bahkan tesaurus. Kalau Anda tertarik untuk menulis sebuah subjek, pelajari subjek tersebut lebih jauh. Anda mungkin akan menemukan detail menarik yang bisa membentuk inti dari seluruh tulisan kreatif itu.

2. Memanfaatkan Pengalaman

  • Tanyalah “bagaimana jika : Pilih hal yang terjadi pada Anda atau seseorang yang Anda kenal, dan pikirkan apa yang akan terjadi jika keadaannya berbeda.
  • Amati orang : Pergilah ke area publik tempat Anda bisa mengamati orang datang dan pergi, seperti mal, kafe, atau taman. Saat mengamati mereka, ajukan pertanyaan seperti wartawan mengenai mereka kepada diri sendiri.
  • Catat pengalaman. : Entah Anda menyebutnya catatan, jurnal, atau buku harian, menulis pengalaman sehari-hari dengan orang lain, tempat baru, peristiwa tertentu, akan memberi Anda sumber tertulis sebagai bahan cerita untuk kapan-kapan. Semakin banyak detail yang Anda masukkan ke dalam jurnal, semakin banyak pula detail yang bisa Anda ambil dan masukkan ke dalam cerita. Dengan begitu, ceritanya akan lebih menyakinkan.
  • Berkumpul bersama penulis lain. : Meluangkan waktu bersama penulis lain, baik dengan berpartisipasi dalam kelompok menulis maupun dengan mengambil kelas menulis kreatif, akan memberi Anda kesempatan untuk memperoleh ide dan dukungan dari mereka. Sudut pandang orang lain mungkin bisa menyemangati Anda untuk mengeksekusi ide yang sudah berputar-putar di dalam kepala, dan mulai menulisnya. Atau Anda bisa saling bertukar ide cerita dengan sesama rekan penulis. Tukarlah ide yang tidak bisa Anda kembangkan dengan ide yang tidak bisa mereka kembangkan. Siapa tahu Anda justru bisa menggarapnya.

3. Mencari Ide dengan Bebas

  • Manfaatkan pengantar cerita. Dalam beberapa kasus, Anda tidak perlu membuat kerangka dari awal. Orang lain telah membuat daftar kisah-kisah yang hebat untuk dikembangkan.
  • Gunakan asosiasi kata. Pilihlah sebuah kata (contoh: perkebunan, presiden, kapur, lapar, anak, dll.). Apa pun kata yang Anda pilih, tidak jadi masalah. Lalu tulis sebanyak mungkin kata yang berhubungan dengan kata pertama yang Anda pilih.
  • Bangun cerita dari elemen yang dipilih secara acak. Ambil nama seseorang atau sebuah tempat dari koran, buku telepon, atau dari mana pun; kemudian bayangkan bagaimana rupa dia.
  • Berpura-pura seolah sedang mengisahkan cerita kepada orang lain. 
  • Pikirkan pembaca Anda. Anda menulis cerita ini untuk siapa? Anda tentu akan memilih topik yang berbeda untuk orang dewasa dan untuk anak, untuk kaum terpelajar dan orang awam, atau untuk pria dan wanita.
  • Ketahui tujuan Anda menulis. Apakah Anda mencoba untuk menghibur? Apakah Anda ingin memberikan informasi? Jika Anda bisa mengidentifikasi kenapa Anda menulis hal itu, Anda bisa mengembangkan inspirasi awal tersebut menjadi sebuah cerita.

4. Merancang Strategi Jeda

  • Cobalah menulis dua karya yang berbeda. Jika Anda kesulitan mencari ide untuk cerita tertentu, cobalah mengerjakan kisah yang lain, menggarap bagian cerita yang berbeda, atau bahkan menulis jenis naskah yang sama sekali beda. Siapa tahu beban Anda akan terlepas jika berhenti berkutat dengan tulisan yang itu-itu saja. Dengan begitu, Anda nanti bisa kembali mencari ide untuk cerita tersebut.
  • Beristirahatlah dari menulis selama beberapa lama. Anda tahu kapan inspirasi akan datang. Menjauhlah dari kertas atau papan ketik. Otak Anda akan terus memutar ide atau mencari inspirasi dari segala hal. Walaupun Isaac Asimov menulis selama 10 jam per hari, 7 hari seminggu, dia masih meluangkan waktu untuk menghadiri konvensi fiksi ilmiah, terus berkorespondensi dengan teman-temannya, bahkan berkencan.
  • Berolahraga. Jika Anda merasa mentok saat mencari ide, luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan kegiatan fisik. Luangkan waktu sebentar, entah berolahraga ataupun melakukan pekerjaan rumah tangga yang membutuhkan tenaga. Setelah itu, Anda akan merasa lebih siaga dan ide akan datang dengan lebih mudah.
  • Tidur siang. Jika berolahraga hanya akan membuat badan lelah, mungkin lebih baik Anda tidur siang. Tidur singkat selama 30 menit atau kurang, sudah cukup untuk mengistirahatkan tubuh dan mungkin cukup untuk membuat ide kembali berdatangan. Sedangkan terlelap hingga 90 menit akan membuat Anda memasuki kondisi tidur REM dan memungkinkan Anda memimpikan ide cerita.

Baca juga artikel saya sebelumnya

Anda Berminat Belajar Internet Marketing, Join With Us

Cara mudah membuat video cinematic selain dengan powerpoint

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *